NCID : Jokowi Cuci Tangan Soal Reklamasi

Bugiswarta.com, Jakarta -- Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID) Jajat Nurjaman mengatakan, sikap Presiden Jokowi dalam menyikapi polemik mega proyek reklamasi yang menyatakan tidak memberikan izin reklamasi baik saat menjadi Gubernur maupun sebagai Presiden menimbulkan spekulasi jika Presiden ingin cuci tangan dari permasalahan tersebut. Pasalnya, sebagai kepala pemerintahan seharusnya Presiden tidak memberikan statement ambigu seperti itu mengingat Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan saat ini sedang giat-giatnya ingin memaksakan proyek tersebut tetap jalan.

“Ini adalah kejadian kesekian kali Presiden tidak pernah satu satu suara dengan menteri dikabinetnya dan terkesan tidak pernah ada satu komando, Hal ini pula menunjukan lemahnya komunikasi antara Presiden dengan menterinya, tentu ini sangat berbahaya karena akan terus menimbulkan polemik di masyarakat,”, tutur Jajat Kamis, 2 November 2017

Jajat menilai, terasa aneh disaat terjadi polemik Presiden Jokowi malah cuci tangan, padahal dulu Presiden Jokowi dengan bangga memframing keberhasilannya saat menyerahkan sertifikat pulau reklamasi kepada Djarot yang saat itu menjabat sebagai Gubernur DKI, seyognya sebagai kepala pemerintahan Jokowi bertanggung jawab atas sikap jajaran dibawahnya.

“Pro kontra reklamasi dapat dilihat siapa yang berkepentingan besar di dalamnya, sikap pemerintah yang ngotot melanjutkan reklamasi patut di duga ada kepentingan besar di dalamnya, karena bukan tidak mungkin ada kepentingan besar bukan semata untuk kepentingan rakyat”, tegas Jajat.


Usman 
Share on Google Plus

About Bugis Warta

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.