Gerakan 'SoBAT' Siap Atasi 4.750 KK di Soppeng yang Belum Memiliki Jamban




BUGISWARTA.com, Soppeng -- Gerakan Soppeng Bebas Ancaman Tinja (SoBAT) Kabupaten Soppeng, yang baru-baru ini dideklarasikan oleh Bupati Soppeng tanggal 17 Agustus 2017 lalu. Berdasarkan penelusuran, masih terdapat banyak warga masyarakat Kabupaten Soppeng belum memiliki jamban.

Sesuai dengan data, terdapat sebanyak 4.750 Kartu Keluarga (KK), akan dilakukan verifikasi data keluarga tanpa jamban dan melakukan inspeksi tangki septik secara mandiri untuk keluarga yang telah memiliki jamban dan tangki septiknya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Soppeng, Dipa mengatakan, pendataan merupakan tahapan yang sangat penting karena akan mempengaruhi jumlah keluarga yang akan ditangani. Ketersediaan data juga berpengaruh pada skenario penanganan dan penyediaan anggaran. Kamis 14 September 2017.

"Dari beberapa inovasi itu, diyakini telah mengurangi jumlah keluarga tanpa jamban di Soppeng. Sebagaimana data yang kami terima sampai tahun 2017 keluarga tanpa kepemilikan jamban di Kabupaten Soppeng berjumlah 4.750 keluarga," jelasnya.

Lanjut Kepala Badan Bappelitbangda mengatakan sebelumnya Gerakan SoBAT digagas yang kemudian dideklarasikan oleh Bupati Soppeng Andi Kaswadi Razak beserta jajaran, dilatari karena masih banyaknya keluarga di kabupaten tersebut yang masih melakukan Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Sedangkan Indonesia menargetkan bebas BABS tahun 2019 mendatang.

Sekadar diketahui, gerakan SoBAT adalah kerja bersama seluruh elemen untuk membebaskan Soppeng dari ancaman tinja tahun 2018. Selain itu, SoBAT juga melaksanakan layanan sanitasi berkelanjutan dengan mengaktifkan penyedotan tinja terjadwal bagi tangki pribadi maupun perkantoran.

MANSUR/MULIANA AMRI
Share on Google Plus

About Bugis Warta

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.