Opini : Buka Mata Tentang Fakta di Indonesia

Faisal, Anggota DPC HIPPMAS Sinjai Borong
Indonesia adalah negara seimbang. Bisa dikatakan negara agraris, bisa dikatakan negara maritim, tanahnya subur lautnya luas. Dengan semua kelebihan yang dimiliki harusnya rakyatnya makmur. Keseimbangan ini jika dikelola dengan baik maka negara ini tidak akan jalan ditempat untuk berkembang, harusnya Indonesia adalah negara maju. Kurang lebih dua juta jiwa penduduk harusnya bisa bersatu bukan saling menganggu.

Merdeka!!! Kata yang sangat sakral, ketika diucapkan dengan penuh semangat rasanya bulu kuduk merinding. Tidak ada yang salah dari kata ini hanya pemaknaanya dari mayoritas masyarakat indonesia yang mungkin kurang tepat. Masyarakat memandang kemerdekaan hanya satu sisi yaitu merdeka dari penjajah yang terlihat, merdeka dari perang. Banyak masyarakat tidak sadar bahwa ada penjajah yang bersembunyi mencoba menghancurkan negara ini secara halus.

"Orang bilang tanah kita tanah surga tongkat kayu dan batu jadi tanaman" benar, memang sangat benar jargon ini. Namun entah karena kebodohan atau kebutuhan jargon ini juga perlahan mulai runtuh dan melahirkan jargon baru "tanahnya subur rakyatnya tak makmur".

Orang lain yang kelola tanah subur ini dengan uagnya, dengan teknologinya dan masyarakat lokal jadi budaknya. Sungguh miris! Apakah ini yang dikatakan merdeka? Belum lagi masalah internal negara yang dilakukan oleh para elit negara yang memporak-porandakan negeri dengan dalih tuntutan kebutuhan dan haus kekuasaan, praktek korupsi dihalalkan untuk dijadikan jalan. Keadaan indonesia sudah kronis korupsi, pelakunya bukan hanya dari kalangan menengah keatas bahkan praktek haram ini juga dilakukan oleh kalangan menengah kebawah. Itu hanya satu dari sejuta permasalahan di negeri ini.

72 tahun Indonesia bebas dari penjajah Belanda dan Jepang, harusnya negeri ini sudah berbenah bukan baru memulai berbenah. Dalam agama Islam manusia dijatahkan umur oleh Allah SWT. hanya 60-70 tahun, selebihnya Allah memberi jatah yang lebih untuk banyak beramal. Jika dilogikakan satu manusia dengan usia 60 tahun bisa mengerjakan banyak pekerjaan, bisa memikirkan solusi.

Indonesia sudah 72 tahun terhitung bebas, artinya Indonesia sudah memiliki bonus umur untuk berbenah. Tapi faktanya harapan pendiri negara, harapan pejuang kemerdekaan masih berupa bayang-bayang semu.

Merawat kemerdekaan, yang bisa dilakukan untuk merawat kemerdekaan dengan fakta dan pandangan masyarakat Indonesia dalam memaknai kemerdekaan hanya dengan menjaga hubungan baik dengan negara-negara lain agar tidak terjadi lagi perang senjata, selebihnya masyarakat harus kembali berjuang menghadapi keegoisan, menghadapi konflik internal negara demi terwujudnya merdeka yang sebenarnya. Demokrasi, Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika harus kita maknai dan jalankan. Jangan hanya jadikan simbol negara tapi ketiga aspek ini harus menjadi kepribadian.



Share on Google Plus

About Bugis Warta

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.