Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Bone Lampaui Target Pengguna KB Vasektomi


BUGISWARTA.com, Bone -- Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Bone sudah melampaui target dalam hal metode Operasi Pria (Vasektomi).

Kepala Seksi Pelayanan KB Dinas Pengendalian penduduk dan Keluarga Berencana, Andi Rahmawati, S.Sos., M.Si yang kami temui menuturkan bahwa dari 10 target yang diberikan untuk tahun 2017 ini, pihak Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana sudah melayani 17 pasangan suami istri usia subur (khusus untuk suami).

"Kami sudah melampaui target yang diberikan untuk pelayanan KB Vasektomi, dimana targetnya 10, akan tetapi hingga saat ini sudah mencapai 17 pengguna layanan KB Vasektomi," Rahmawati menerangkan.

Andi Rahmawati juga menjelaskan bahwa pada hari Sabtu mendatang (5 Agustus 2017) akan dilaksanakan pelayanan KB Vasektomi di Rumah Sakit M.Yasin Watampone secara gratis, bagi pasangan suami istri usia subur yang sudah tidak ingin menambah keturunan lagi, bisa datang langsung untuk Vasektomi yang khusus bagi sang suami.

"Kami ada agenda pelayanan KB Vasektomi pada hari Sabtu nanti ndi, jadi bagi pasangan suami istri yang sudah tidak ingin menambah keturunan bisa datang langsung kesana nanti, pelayanannya gratis," lanjutnya. Rabu 2 Agustus 2017.

Dari penelusuran kami di Wikipedia, vasektomi merupakan prosedur yang sangat efektif untuk mencegah terjadinya kehamilan karena bersifat permanen. Dalam kondisi normal, sperma diproduksi dalam testis. Pada saat ejakulasi, sperma mengalir melalui 2 buah saluran berbentuk pipa (vas deferens), bercampur dengan cairan semen (cairan pembawa sperma), dan keluar melalui penis. Bila sperma masuk dan bergabung dengan sel telur wanita, maka terjadilah kehamilan, saluran (vas deferens) tersebut dipotong dan kedua ujung saluran diikat, sehingga sperma tidak dapat mengalir dan bercampur dengan cairan semen.

Dengan kata lain vasektomi adalah prosedur klinik untuk menghentikan kapasitas pria dengan jalan melakukan okulasi vasa deferensia sehingga alur transportasi sperma terhambat dan proses fertilasi (penyatuan dengan ovum) tidak terjadi.

ASRUL/MULIANA AMRI
Share on Google Plus

About Bugis Warta

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.