BPI Sebut Pidato Jokowi Soal Kemiskinan Tidak Sesuai Data BPS

Foto//Net
BUGISWARTA.com, JAKARTA ---Direktur Eksekutif Bimata Politica Indonesia (BPI) Panji Nugraha mengatakan, pidato Jokowi sidang tahunan di MPR/DPR RI soal kemiskinan menurun mendapat protes keras publik. Pasalnya, data Badan Pusat Satatistik (BPS) merilis jika kemiskinan di Indonesia makin parah dan dalam, hal tersebut menjelaskan jika pidato Jokowi tidak mengungkap kebenaran dan realitas kegagalan kinerja Jokowi dalam memberantas kemiskinan di Indonesia.

 “Data BPS menghimpun jika indeks kedalaman kemiskinan di Indonesia kian parah dan melebar tercatat masing-masing 1,83 di Maret 2017 dibanding realisasi september 2016 yang sebesar 1, 74 dan 0, 44, jumlah penduduk miskin sebanyak 27, 77 juta dengan presentase, 10, 64 persen, artinya yang keberhasilan yang disampaikan Jokowi jelas dibantah oleh BPS dan publik berharap Jokowi tidak melakukan pembenaran dari fakta yang ada”, tutur Panji, Jumat 18 Agustus 2017

Panji menilai, seharusnya Jokowi lebih terbuka kepada rakyat jangan hanya soal angka-angka saja, akan tetapi realitas dilapangan banyak masyarakat di desa dan kota mengaku kesulitan faktor ekonomi yang mengakibatkan daya beli masyarakat turun, hal itu jelas berbanding lurus dengan keadaan realitas publik yang disebabkan kebijakan Jokowi tak pro rakyat seperti  mencabut subsidi bbm, listrik dan menaikan pajak berimbas pada perekonomian rakyat.

USMAN
Share on Google Plus

About Bugis Warta

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.