A. Seto Raih Popularitas dan Elektabilitas Tertinggi di Lembaga Survey SII


BUGISWARTA.com, Sinjai -- Lembaga survei PT. Sinergi Indeks Indonesia (SII) yang beralamatkan di Jakarta telah merilis hasilnya setelah melakukan survey pemetaan politik menjelang Pilkada 2018 di Sinjai.

Setelah selama 13 hari melakukan survey yang dimulai sejak akhir Juli hingga pertengahan Agustus 2017. 

Mereka menggunakan 800 responden dengan melibatkan surveyor 30 orang dan survey ini dilakukan secara independen.

PT. Sinergi Indeks Indonesia (SII) Andi Barlianto Asapa mengatakan tujuannya adalah untuk menyajikan peta terkini yang sangat akurat, untuk mengukur sejauh mana potensi diri seorang kandidat dan juga para pesaingnya.

"Menyajikan peta yang pasti untuk mengetahui karakteristik basis massa politik, etnis, agama, pendidikan, ekonomi dan keinginan pemilih dan memberikan arah dan solusi yang tepat yang harus diambil kandidat antara lain dengan teridentifikasinya mesin politik yang paling efektif digunakan untuk meraih suara," katanya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan hal ini menjadi panduan untuk merancang strategi sosialisasi dan pencitraan secara tepat dan menjadi panduan dalam menyusun anggaran yang tepat dan hemat sesuai prinsip menang Pilkada tapi hemat ongkos politik. 

"Kalau data itu bisa saja bertahan hanya beberapa bulan lazimnya survei berlaku hanya dua sampai tiga bulan tapi kalau kita lihat Pilkada di Sinjai itu sangat dinamis," terangnya.

Adapun hasil dari surveinya dimana Klaster pertama ada tiga nama yang memiliki tingkat popularitas dan elektabilitas tertinggi yakni A. Seto Ghadysta Asapa 15,75%, Nasyit Umar 8,13 % dan Sabirin Yahya 7,38%.

Sementara Klaster kedua Andi. Mahyanto Mazda 3,38%, Andi Fajar Yanwar 3,38%, dan Andi Harun 2,25%.

Selanjutnya Klaster ketiga adalah semua kandidat yang mendapatkan nilai dibawah 2%, seperti Takyuddin Masse 1,75%, Mizar Roem 1,63%, Irwan Patawari 1,13%, Kartini Ottong 0,50%, H. Jamaluddin 0,25%.

Di lain sisi yang belum menentukan sikap adalah 54,47%, adalah masyarakat yang masih merahasiakan pilihannya, masyarakat atau pemilih yang belum memutuskan, memang tidak menjawab sama sekali atau Undecided Voters .

"Pada prinsipnya lembaga survei itu hanya memakai satu metode. Dan kalau ini Margin erorr 3%, akurat 97% berdasarkan fakta," kuncinya.

BURHAN/MULIANA AMRI
Share on Google Plus

About Bugis Warta

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.