Bayi penderitaan Hydrocephalus, Pemkab Sinjai Tanggung Biaya Pengobatannya


BUGISWARTA.com, Sinjai -- Terkait Balita Hafiz yang menderita Hydrocephalus. Sekitar pukul 14.00 WITA, dirujuk ke Rumah Sakit Wahidin Makassar Karena pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sinjai belum memiliki peralatan untuk menangani penyakitnya. Olehnya itu, Pemerintah Kabupaten Sinjai akan membantu dan siap untuk membiayai pengobatannya.

Sehubungan dengan itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Sinjai Irwan Suaib saat ditemui awak media. Ia menyampaikan sesuai perintah Kepala Dinas Kesehatan anak ini harus secepatnya mendapatkan perawatan medis sehingga harus dirujuk ke Makassar.

"Sedangkan kekhawatiran keluarga pasien tentang biaya pengobatannya tidak perlu dipikir karena Pemerintah Daerah akan menanggung segala biaya pengobatannya bahkan kepala dinas kesehatan Sinjai sudah menunggu di Makassar untuk mengurus administrasi dan biayanya di Rumah Sakit Wahidin," Kata Irwan.

Kemudian ia melanjutkan, "Kita juga bersyukur dengan banyaknya dermawan yang siap membantu balita Hafiz termasuk tadi pagi bapak Kapolres Sinjai bersama ibu ikut membantu sebagai bagian dari tali asih, bahkan sebentar malam beberapa komunitas dan OKP akan melakukan penggalangan dana. Ini menunjukkan tingginya perhatian dan empati dari masyarakat," tambah Irwan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Hafiz yang semula mengalami penyakit, kepalanya semakin hari semakin membesar. Dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)  Sinjai sejak semalam. Ia didiagnosa Hidrosepalus, sore ini akan di rujuk ke Makassar. Jumat, 30 Juni 2017.

Ayah hafis, Sultan (45) dan ibunya Indo Aza (40) mereka tergolong warga miskin asal Dusun Marana Desa Panaikang, Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai.

Akibat penyakit yang dideritanya, (Hidrosepalus) kepalanya kian hari makin membesar. Bahkan saat ini lingkar kepalanya mencapai 103 sentimeter. Padahal idealnya anak seusianya hanya memiliki lingkar kepala sekira 50 sentimeter.

Ibu Hafiz, Indo Aza menuturkan bahwa anaknya memang sudah beberapa kali masuk rumah sakit.

"Sudah empat kali masuk rumah sakit, dan ini yang kelima kalinya pak. Bahkan kami kewalahan, karena bapaknya hanya bekerja sebagai nelayan. Sementara selama keluar masuk Rumah Sakit sudah ada sekitar lebih 20 juta yang kami bayar" Katanya pada awak media.

BURHAN/MULIANA AMRI
Share on Google Plus

About Bugis Warta

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.