Wujud Pengembangan Pertanian Terpadu, Kementan Salurkan Empat Unit Hand Traktor di Setiap Kecamatan


BUGISWARTA.com, Bone -- Dalam rangka mendukung pengembangan mekanisme pertanian terpadu dengan penerapan teknologi yang tepat, Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) berupaya untuk memberikan bantuan berupa paket Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) kepada masyarakat yang dikelola melalui UPJA maupun Dinas Pertanian Provinsi/Kabupaten/Kota dan Jajaran TNI-AD di kabupaten khususnya Satuan Komando Kewilayahan(Korem/Kodim) yang dikelola dalam bentuk Brigade Alsintan.

Pengelolaan Brigade Alsintan dimaksudkan sebagai task
force dalam bentuk pendampingan kegiatan olah tanah, tanam
dan panen secara serempak yang dilakukan kelompok tani di
masing–masing wilayah.  

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Bone, Andi Tenriawaru yang kami konfirmasi melalui media WhatsApp mengenai pola Brigade Alsintan ini mengungkapkan bahwa telah disalurkan ke semua kecamatan berupa handtraktor dan sementara menunggu tambahan dari pusat.

Senada dengan itu, Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Cina, Abd. Rahman, SP yang ditemui di kediamannya mengungkapkan bahwa sudah masuk empat unit handtraktor dan dengan pola Brigade yang berlaku sekarang ini, maka bagi kelompok tani yang ingin menggunakan handtraktor diharapkan melakukan permohonan pinjam pakai untuk bisa menggunakan handtraktor tersebut.

"Sudah ada masuk empat unit Handtraktor dinda, jika ada petani yang ingin gunakan maka diharapkan untuk membuat permohonan dengan sistem pinjam pakai," Abd. Rahman menjelaskan.

Berdasarkan pedoman umum pengelolaan Brigade Alsintan Kementerian Pertanian tahun 2017 yang diunduh dari situs psp.pertanian.go.id Ruang Lingkup Pengelolaan Brigade
meliputi :
- Prinsip pengelolaan Brigade Alsintan dilaksanakan untuk
memberikan layanan kepada masyarakat/petani yang
membutuhkan alsintan untuk proses budidaya dan pasca
panen.
- Segala bentuk pembiayaan dalam rangka pelayanan Brigade
Alsintan kepada masyarakat/petani ditanggung oleh
pengguna layanan tersebut. Pembiayaan dimaksud meliputi :
a. Bahan Bakar
b. Upah operator
c. Mobilisasi alsintan
d. Perawatan dan Pemeliharaan alsintan.  

Sebagai contoh, komposisi pembiayaan alsintan dari nilai
jasa penggunaan alsintan sebagai berikut:
a. Bahan Bakar berkisar 20%
b. Upah operator berkisar 30%
c. Mobilisasi alsintan berkisar 20%
d. Perawatan dan Pemeliharaan alsintan berkisar 30%

Penetapan besaran pembiayaan lebih lanjut disesuaikan
dengan kondisi wilayah masing-masing serta peraturan
pemerintah daerah setempat.
- Untuk mengoptimalkan pelayanan, setiap Brigade Alsintan
harus memiliki minimal 3 (tiga) jenis alsintan yaitu :
a. Traktor,
b. Rice Transplanter,
c. Combine harvester.

ASRUL/MULIANA AMRI
Share on Google Plus

About Bugis Warta

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.