Kisah : Timo Daeng Mamanjeng Putra Kaloling Menuju Medan Laga (Bagian III)


Mengetahui persyaratan yang diajukan oleh Timo Daeng Mamanjeng itu, Arung Bulo-Bulo tanpa berpikir panjang langsung saja menyetujui syarat yang diajukan oleh Timo Daeng Mamanjeng. Oleh karena itu, pada malam harinya, Timo Daeng Mamanjeng mengundang seluruh pendekar–pendekar kampung untuk mempersatukan persepsi mereka dalam mengembang tugas perwakilan sebagai pengganti pelaksana tugas dan tanggung jawab Arung Bulo-Bulo yang mendapat undangan kehormatan oleh Arung Bone untuk menuntaskan masalah besar yang terjadi di Peneki.

Untuk itu, diadakan segera pertemuan singkat oleh Timo Daeng Mamanjeng di kediamannya. Pada malam pertemuan itu, sempat dihadiri oleh enam orang anggota ponggawa kampung dengan berbagai keahlian, ditambah dengan beberapa orang pembantu yang akan bertugas untuk membawa persenjataan dan perbekalan dan sebagainya menuju medan juang yang telah direncanakan.

Hari-hari telah berlalu, persiapan telah matang, tiba pulalah hari keberuntungan maka sebelum ayam berkokok berangkatlah pasukan Timo Daeng Mamanjeng menuju peneki. Sebuah Kampung yang jauh dari Bulo-Bulo. Kampung itu memiliki jarak tempuh kurang lebih satu hari satu malam. Oleh karena itu, rombongan Timo Daeng Mamanjeng memperkirakan akan tiba tepat lewat tengah malam di tempat tujuan.

Walhasil, perkiraan jarak tempuh yang diprediksi oleh rombongan Timo Daeng Mamanjeng tidak terlalu jauh meleset. Tepat pukul 02.30 tibalah rombongan Timo Daeng Mamanjeng di medan laga. Dengan berbekal peta sederhana yang dibuat sendiri oleh pembantu Timo Daeng Mamanjeng yang memiliki otoritas keahlian tentang itu, maka diataurlah segala sesuatunya berdasarkan petunjuk peta tersebut. (Bersambung...)

Oleh : Supriadi/A. Rauf TM Pasanre
Share on Google Plus

About Bugis Warta

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.