Pembebasan Kolektif Kota Sinjai Mengecam Tindakan Kekerasan Aparat Negara Terhadap Warga Seko

BUGISWARTA.com, Sinjai -- Berbagai permasalahan yang senantiasa menggerogoti masyarakat kecil di Indonesia, salah satunya yang terjadi pada masyarakat adat Seko, Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Pusat Perjuangan Mahasiswa Untuk Pembebasan Nasional Kolektif Kota  (PEMBEBASAN KOL-KOT) Sinjai, mengecam tindakan tersebut.

"Selain pembangunan PLTA yang pastinya akan merusak ekosistem lingkungan serta akan merampas hak hidup masyarakat adat juga telah terjadi tindak kekerasan oleh aparat negara terhadap warga Seko." Ungkap Irfan anggota Pembebasan Kol-Kot Sinjai, pada (18/4/2017).

Sehubungan dengan itu, Solihin selaku Ketua Pembebasan juga sangat mengecam tindakan tersebut, menurutnya pembangunan PLTA di Seko adalah penyingkiran negara terhadap masyarakat adat secara perlahan.

"Kami menuntut agar pembangunan PLTA di Seko segera dihentikan, karena kami menilai pembangunan tersebut merusak hak hidup masyarakat adat, dan kami juga mengecam tindakan kekerasa aparatur negara terhadap warga Seko." Tegasnya.

BURHAN/MULIANA AMRI
Share on Google Plus

About Bugis Warta

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.