Kopel Sinjai : Teror Terhadap Novel Baswedan, Indikasi Ancaman Koruptor

Pengurus Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Sinjai, Rudi
BUGISWARTA.com, Sinjai -- Kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mendapat kecaman dari berbagai pihak. Salah satunya Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Sinjai. Melalui pernyataan sikap yang dikeluarkan, Kopel mengutuk keras kejadian tersebut.

Direktur Kopel Sinjai, Rudi mengatakan pihaknya mendesak kepolisian untuk segera mengusut dan mencari pelaku. "Besar dugaan motif penyerangan ini berkaitan dengan pengembangan penyidikan kasus mega korupsi yang saat ini ditangani oleh Novel Baswedan. Bahkan hal ini merupakan ancaman serius dari koruptor yang telah mengarah pada dugaan adanya tindakan teror ke KPK dan penyidiknya", Rudi menerangkan.

Untuk itu dirinya mendesak dan meminta kepada Presiden RI untuk meningkatkan standar perlindungan, keamanan, dan keselamatan komisioner, penyidik-penyidik, staf beserta keluarga-keluarga KPK.

"Layaknya teroris, ini adalah teror terhadap penegakan hukum korupsi di Indonesia. Harus segera ditangkap pelaku dan aktornya", tegasnya.

Dirinya juga memberikan dukungan penuh kepada Novel Baswedan dan KPK untuk tetap konsisten dan tidak gentar dalam mengusut dan menuntaskan kasus-kasus mega korupsi yang merugikan keuangan negara triliunan rupiah.

"Kami mengutuk tindakan barbar dan meminta pelakunya dihukum berat". Pungkasnya.

Berdasarkan informasi yang diterima, sekitar pukul 05.10 WIB tadi telah terjadi peristiwa penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan di Jalan Deposito. Tepatnya di depan Masjid Al Iksan, RT 03 RW 10, Pegangsaan Dua Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Saat itu, Novel usai melaksanakan shalat Subuh berjamaah di masjid tersebut. Tiba-tiba, dihampiri oleh dua orang laki-laki tidak dikenal dengan menggunakan motor, dan langsung menyiram dengan menggunakan air keras dan mengenai wajahnya.

Akibat kejadian tersebut, menyebabkan beberapa bagian tubuh Novel cidera antara lain kelopak mata bagian bawah kiri bengkak dan berwarna kebiruan, serta bengkak di dahi sebelah kiri dikarenakan terbentur pohon. Novel saat ini, dirawat di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading.

IZHAR/MULIANA AMRI
Share on Google Plus

About Bugis Warta

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.