IMM Parepare Mengajak GMP Merawat Kerukunan Berorganisasi, Kesatuan Berbangsa dan Bernegara


BUGISWARTA.com, Pare-Pare---Situasi kebangsaan dewasa ini sangat tidak kondusif. Berbagai problematika agama, sosial, politik, dan ekonomi kerap kali terjadi. Ditambah dengan maraknya perilaku korupsi oleh oknum pejabat negara, pertanda bahwa moralitas bangsa sedang bobrok. Watak negara mayoritas muslim itu dipertanyakan. Nilai ketuhanan dan kemanusiaan benar-benar hilang dari bangsa ini. Pancasila sebagai asas negara telah rapuh tak ada artinya.

Multi-problem di atas menandakan bangsa ini telah kehilangan cita-cita luhur para pendirinya. Dis-orientasi inilah menjadi alasan kuat bagi Gerakan Transnasional HT menyuarakan kepada dunia islam untuk kembali ke sistem khilafah, mendirikan daulah islamiyah (negara islam). Gerakan ini di Indonesia disebut Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Di kalangan mahasiswa disebut Gerakan Mahasiswa (GEMA) Pembebasan.

Akhir-akhir ini, pengibaran bendera HTI (Al-Liwa) klaim panji Rasulullah massif dilakukan oleh GEMA Pembebasan se-Indonesia. Hal itu ditanggapi oleh Kabid Hikmah PC IMM Parepare (Tajuddin) sebagai sebuah kekeliruan dan bahkan kesalahan karena telah masuk ke dalam kampus Muhammadiyah.

Kawan-kawan perlu paham, bahwa di semua PTM punya aturan mengikat, yang mana melarang Warna, Ideologi dan Gerakan Organisasi lain masuk dan beraktifitas di dalam kampus. Pengibaran bendera HTI di kampus Unismuh Makassar beberapa oekan lalu adalah sarat akan pesan dan nilai ideologis, karena itu, hal demikan keliru. Ujarnya

Karena kejadian itu IMM Parepare mangajak kepada kawan seperjuangan di GMP untuk menjaga batasan organisasi agar kita tetap rukun. Perlu juga menjaga kesatuan berbangsa dan bernegara agar kebhinekaan tetap terjaga. Bukankah spirit nasionalisme al-Qur'an telah ajarkan kepada kita, tepat dalam Q.S. ke-49 ayat 13

Indonesia ini dimerdekakan dengan berdarah-darah oleh para pahlawan umat Islam. Namun kemudian teman-teman menganggap diri anti pancasila. Kerahuilah kawan. Atas dasar Islamlah (baca: al-Qur'an) pancasila dirumuskan, karena itu jangan dianggap tidak mengandung nilai ketuhanan dan keislaman. Dengan cara itulah keutuhan berbangsa dijaga. Ukhuwah islamiyah senantiasa menjiwai pancasila, karena itu jangan menjudge pancasila tidak berdasar Islam.

***TIM BUGISWARTA.com***
Share on Google Plus

About Bugis Warta

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.