Direktur Akper Putra Pertiwi Klarifikasi Demo Mahasiswa


BUGISWARTA.com, Soppeng --Mahasiswa akademi keperawatan (Akper) Putra Pertiwi Soppeng melakukan demonstrasi menolak kepemimpinan. Tuntutan mahasiswa dalam aksi yang berlangsung pada hari Selasa 25 April kemarin itu menolak Dr. Muhammad Nur Fattah sebagai direktur kampus Akper Putra Pertiwi. Rabu 26 April 2017.

Andi Sry Purnamasari selaku Kordinator Lapangan (Korlap) dalam pernyataan sikapnya, kata dia, kami tidak mau dipimpin oleh seorang direktur yang backgroundnya sarjana pertanian sedangkan kami calon perawat, selain itu penyaluran beasiswa tidak tepat sasaran dan terkesan hanya peduli kekeluargaan, serta kurang mau terima tanggapan dan aspirasi mahasiswa. 


"Memang saya dari background sarjana pertanian dan agrobisnis tapi kapasitas saya sebagai direktur, bagaimana mengatur manejemen kampus khususnya kampus Akper Putra Pertiwi dan selama sembilan tahun saya dipercayakan sebagai direktur, baru kali ini ada permasalahan", kata Dr. Muhammad Nur Fattah selaku direktur Akper Putra Pertiwi mengklarifikasi terkait demo yang ditujukan kepadanya di 
Warkop Saddang sekitar pukul 15:00 WITA di Jalan Kemakmuran, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng.

"Akta Nomor 22 tahun 2004 adalah membatalkan keputusan perusahaan yayasan dengan Akta Nomor 9 tahun 2017. Selain itu masa periode saya direktur mulai sejak tahun 2014 sampai 2018 dengan catatan tidak memecat pengelola lainnya kecuali melalui mekanisme yang berlaku dan atas persetujuan yayasan", Muhammad Nur Fattah menjelaskan.

Muhammad Nur melanjutkan, kata dia, dalam pertemuan ini, perlu kami klarifikasi bahwa aksi mahasiswa kemarin karena tidak paham mekanisme kampus bahwa peraturan kami berdasarkan dengan Kopertis Wilayah IX.

MANSUR/MULIANA AMRI
Share on Google Plus

About Bugis Warta

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.