Pergi bukan untuk kembali

Oleh: Sutra Tenri Awaru (SMAN 8 SINJAI)

Ketika kau meninggalkanku dengan sejuta kenangan,dan segudang harapan,aku tak tau kemana aku mengadu akan nasibku yang melarat ini,ku coba mengadu kasih kepada teman temanku,nyatanya tidak mereka tak dapat ku percaya

Kucoba mengadu kepada ibuku ternyata ibukupun tak tau menahu soal urusan percintaan,yang ibu tau hanya dapur,dan mengurus aku dan adik adikku

Kucoba mengadu kepada ayahku,tapi ayahkupun tak tau tentang apa itu cinta,yang ayah ku tau hanya ladang dan memberi nafkah kepada ibu..

Kucoba mengadu diatas sejadahku,tapi nyatanya tak ada reaksi..

Kucoba mengadu kepada tuhan dan bersimpuh dihadapannya,ku ceritakan semua yang aku alami,ku ceritakan bagaimana kau memanahkan api kedalam jantungku,ternyata tuhan tersenyum,aku Bertanya tanya pada diriku,apakah yang kuceritakan barusan sangat lucu?

Tak lama kemudian dia menjelaskan kepadaku bahwa,aku terlalu Berharap terhadap manusia yang sangat mudah membolak balikan hatinya,ternyata aku salah karna aku mencintainya begitu dalam bahkan sedalam danau,aku tau selama aku dengannya aku jarang bersimpuh dihadapan tuhan,aku jarang mengadu kepada tuhan..

Ternyata tuhan mengingkan aku mencari sosok laki laki yang dapat membimbungku kelak,tanpa membuatku tersesat.
(*****)
Share on Google Plus

About Bugis Warta

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.