Opini : Kado Istimewa Kemendes PDTT Untuk Desa se-Indonesia

Sri Rahayu Usmi, Ketua DPD Asosiasi Pemerintah Desa Indonesia (APDESI) Sul-Sel
BUGISWARTA.com, Usai sudah Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi di Jakarta 1-3 Maret lalu. Beberapa keputusan yang telah dihasilkan kesemuanya bermuara pada kebangkitan desa yang ada di seluruh pelosok Indonesia.

Desa yang didiami oleh jutaan warga Indonesia, yang juga di dalam lubuk hatunya bersemayam jutaan harapan akan kesejahteraan. Ada ibu rumah tangga yang berharap hasil pertanian suaminya memiliki kepastian. Ada pemuda desa yang matanya menatap masa depan pembangunan desa yang tidak itu-itu saja. Ada lelaki yang tak memakai sandal menapaki pematang-pematang sawah memiliki cangkul untuk kehidupan yang lebih layak. Dan, ada aparat desa yang berpikir keras soal pemberdayaan.

Serasa, Rakornas kemarin menjawab berbagai kegelisahan dan menaruh harapan akan terpenuhinya janji kesejahteraan. Jika itu adalah hadiah, maka hal ini dikemas dalam kado yang sangat cantik. Sebuah kado istimewa dari Kemendes PDTT untuk desa yang ada diseluruh pelosok Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Lalu isinya apa??? Sabar...
Saya ingin membuka kado tersebut perlahan agar semua rasa yang kita miliki membuncah, dan kita dapat menatap indahnya penuanaian janji kesejahteraan itu.

Kado pertama berisi komitmen Kemendes PDTT untuk mengembangkan Produk Unggulan Desa serta Produk Unggulan Kawasan Pedesaan. Sebuah program dan komitmen serta kado yang sangat luar biasa. Desa harus memiliki keunggulan masing-masing dan itu dapat menggunakan dana desa sebagai stimulus awal. Artinya, jika desa sudah mempunyai produk unggulan, maka tak lagi ibu-ibu yang harus menyepi dikolong rumah mencari kutu sambil menghitung kerugian atas penjualan gabah. Sebab, gabah mereka telah menjadi produk unggulan dengan pasaran yang jelas, juga harga yang lumayan. Hasilnya, anaknya dapat sekolah tinggi-tinggi dan balik berbakti untuk orangtua, desa, dan bangsa.

Kado kedua berisi dorongan untuk membuat BUMDes. Wow... Desa memiliki badan usaha sendiri. Ini artinya, desa dapat mengelolla ekonominya sendiri dan tidak lagi dinikmati langsung oleh orang kota. Hasil bumi desa, produk unggulan desa telah dikelola oleh BUMDes yang berhubungan langsung dengan pasar. Setelah panen, kepastian harga sudah jelas, juga tentu adanya kepastian asap didapur mengepul-ngepul bersama asap rokok sang suami.

Kado ketiga berisi upaya perbaikan infrastruktur, yaitu sauran irigasi dan embung untuk menampung air sebagai kebutuhan pertanian. Kado istimewa ini tidak tanggung-tanggung sebab Kemendes PDTT menginstruksikan kepada bupati untuk membuat payung hukum agar dana desa dapat digunakan untuk membangun embung demi peningkatan produk pertanian. Luar biasa, bukan?

Kado terakhir berisi angin segar yang tidak hanya sebagai pelicin telinga. Kado apakah itu? Mau tahu? Begini, Kemendes PDTT ingin membangun desa sehat!!! Segenap warga desa harus membangun fasilitas kesehatannya sendiri, serta membangun wadah olahraga untuk warga. Kedepan, di desa sudah ada apotik, puskesmas lengkap beserta sumber dayanya, sehingga tingkat kesehatan di desa harus layak.

Tinggal tunggu apa lagi, inilah empat kado istimewa yang diberikan kepada kita semua untuk bergerak bersama. Kado ini bukan hanya untuk kepala desa, bukan hanya untuk staf kantor desa, tapi kado ini untuk semua warga desa tanpa terkecuali meski berada dilubang jarum wilayah Indonesia sekalipun.

Mari bergerak bersama bangun Indonesia dari pinggiran dan desa.
Salam Apik!!! 
Share on Google Plus

About Bugis Warta

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.