Kado Ultah ke-756, Akar Super Persembahkan Soppeng Jadi Pilar Utama Sulawesi Selatan

Bupati dan Wakil Bupati Soppeng, H. A. Kaswadi Razak dan Supriansa SH., MH
BUGISWARTA.com, Soppeng---Hari ini, Kamis 23 Maret 2017 Soppeng yang berjuluk Bumi Latemmamala resmi berusia 756 tahun. Soppeng bukanlah daerah baru. Wilayahnya terbentuk jauh sebelum Indonesia dijajah oleh Belanda.

Berdasarkan sejarah, Soppeng mulai lahir dengan sebutan Bumi Latemmamala di saat awal zaman kerajaan. Saat itu, Soppeng dipimpin seorang raja bergelar Manurunge ri Sekkang Nyili atau Latemmamala pada tahun 1261. Tahun inilah yang menjadi patokan Pemerintah Kabupaten Soppeng menentukan hari jadi Soppeng. Keputusan dilakukan DPRD Soppeng pada 12 Maret 2001 yang menetapkan hari lahir Soppeng pada 23 Maret 1261.

Dalam perjalanannya menjadi kabupaten yang dipimpin bupati, kabupaten ini pertama kali dipimpin oleh H. A. Wana yang bergelar Datu Soppeng. H. A. Wana menjadi Bupati Soppeng pada periode 1957-1960. Setelah itu Bupati Soppeng berturut-turut dijabat HA. Machmud (1960-1964), H. A. Made Alie (1965-1979), Djamaluddin M. (1979-1984), Drs. H. Umar Lakunnu (1984-1990), H. Abbas Sabbi, SH (1990-1995), Drs. H. A. Paeruddin Saisal (1995-2000), Drs. H. A. Harta Sanjaya (2000-2005), Drs. H. A. Soetomo , M.Si (2005-2015) dan H. A. Kaswadi Razak, SE (2016-sekarang).

Setiap bupati mencatat prestasi tersendiri dalam membangun Soppeng. Mulai bupati pertama hingga saat ini dijabat H. A. Kaswadi Razak. Di tangan Kaswadi Razak bersama wakilnya Supriansa, Kabupaten Soppeng makin berkilau dan berbenah. Bahkan, Soppeng telah membangun brand image untuk menarik orang lain datang ke Soppeng.

Pasangan Akar Super (H. A. Kaswadi Razak-Supriansa) ini bertekad menjadikan masa kepemimpinan mereka menjadi masa keemasan Kabupaten Soppeng. Menjadikan Soppeng sebagai pilar utama pembangunan di Sulawesi Selatan. Saat Kaswadi Razak bersama Supriansa menyampaikan Ikrar dan janji kepada masyarakat Soppeng setelah dilantik menjadi Bupati Soppeng 2016 lalu, disitulah sejarah baru ditorehkan pasangan ini.

"Kepada Bumi Latemmamala, bahwa hidupku adalah pengabdianku", begitu bunyi janjinya. Ini adalah janji dan ikrar seorang pemimpin terhadap negerinya yang bermakna kesungguhan yang lahir dari niat tulus untuk meraih yang terbaik demi untuk kesejahteraan rakyatnya. Janji inilah yang tetap bersemayam di dada H. A. Kaswadi Razak bersama Supriansa.

Di pundak pasangan ini diberikan beban untuk memberikan kesejahteraan bagi hampir 230 ribu jiwa rakyat Bumi Latemmamala. Namun, Kaswadi tidak gentar. Dengan prinsip hidupnya yang hampir sama dengan puisi dari penyair besar Chairil Anwar "Apa arti dari sebuah kehidupan jika kita tak bermakna bagi orang lain", Kaswadi optimis bisa membangun Soppeng.

Kaswadi mengatakan, apa yang ia lakukan di Soppeng, muaranya adalah untuk memberikan kesejahteraan kepada rakyat. Makanya, ia tetap berpatokan pada visi pembangunannya yakni “Pemerintahan yang Melayani dan Lebih Baik“.

Hasil kerja pasangan Kaswadi-Supriansa dalam setahun memimpin Soppeng sudah terlihat. Soppeng telah melahirkan berbagai inovasi seperti program PSC ( Publik Safety Center ). Program ini adalah yang pertama di Indonesia yang dibuat menggunakan dana murni APBD. Terdapat juga program Kartu Macca. Kartu ini diberikan kepada siswa berprestasi. Bukan itu saja, Kaswadi-Supriansa juga memberikan pelayanan kesehatan dan beras miskin (raskin) gratis. Di sektor pariwisata, Kaswadi telah mengandeng Pata dan Asita. Bahkan, di di tahun 2016 Soppeng berhasil berada di peringkat 5 nasional dalam kegiatan serap gabah.

Selain itu ada juga program berkelanjutan pemberian bibit ikan secara gratis, pengadaan mobil kebakaran di empat kecamatan , peningkatan jalan 102,85 kilometer setiap tahun berhasil diwujudkan, mendirikan SSC ( Soppeng Command Center ) sebagai tempat monitoring pada semua layanan publik berbais IT. Berbagai program unggulan lainnya juga dilakukan di sektor pertanian berupa pemenuhan kebutuhan sarana produksi dan cetak sawah baru 2016 yakni 300 Ha.

Di setiap kesempatan , Kaswadi Rasak selalu menyampaikan bahwa untuk mewujudkan Soppeng menjadi daerah makmur sehingga masyarakatnya bisa hidup sejahtera dan aman, maka Soppeng harus dibangun dengan bingkai kebersamaan yaitu yassisoppengi. Semua elemen masyarakat yang ada di Bumi Latemmamala harus menanamkan rasa persatuan dan menikmati indahnya kebersamaan. Maka dari itu, Kaswadi bertekad mewujudkan Soppeng sebagai polar utama pembangunan Sulsel.

Di momen Hari Jadi Soppeng ke-756 ini, Kaswadi ingin mengikrarkan tekad itu dan mengajak seluruh masyarakat Soppeng, baik yang ada di Kabupaten Soppeng maupun di perantauan bersama-sama membangun Soppeng dan menjadikan Soppeng sebagai pilar utama. 


USMAN AL-KHAIR/MULIANA AMRI
Share on Google Plus

About Bugis Warta

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.