Ini Tanggapan Netizen Terhadap Wafatnya Bayi Bunga Siswa SLB Donri-Donri

Suasana Pemakaman Bayi Bunga (17 tahun) di Donri-Donri Kabupaten Soppeng
 BUGISWARTA.com, Soppeng---Ratusan netizen menaruh simpati dan sedih atas apa yang menimpa BG (17 tahun) yang merupakan seorang pelajar berkebutuhan khusus di Sekolah Luar biasa (SLB) Donri-Donri, Kabupaten Soppeng Sulawesi Selatan.

Betapa tidak, bayi malang  yang telah terlahir dari rahimnya belum sempat mendapatkan pengakuan dari lelaki durjana yang menanam paksa benihnya terhadap wanita penyandang disabilitas itu. Si  bayi telah kembali dalam keharibaan Tuhan dan menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Latemmamala, Kabupaten Soppeng sekitar pukul 14:50 WITA, Kamis 2 Maret 2017.

Foto suasana pemakaman yang diunggah di salah satu media sosial yakni facebook menjadi fokus komentar para netizen sebagai wujud bela sungkawa atas misteri "Siapa Ayahnya"? Siapa lelaki yang tega terhadap keluarga yang tergolong masyarakat kecil tersebut.

Inilah petikan komentar para netizen di Facebook,

    "Ayahnya tidak mengakui, bukanmi manusia itu laki laki", tulis Lina Fahreza.

    Arni Amin, "Allah ga tidur, cepat atau lambat pasti akan terungkap".

    "Siapa pun pelakunya tidak akan tenang hidupnya, ia pasti akan merasa dihantui terhadap perbuatan bejatnya kepada wanita malang ini. Yakinlah nak Tuhan punya cara untuk mengungkap siapa yang tega terhadapmu", tulis Ainy.

Perih dan sedih tergambar saat suara isak tangis pecah dari siswi Sekolah Luar Biasa (SLB) Ma’innong, Kecamatan Donri-Donri, Bunga (nama samaran) pada proses pemakaman di Desa Pising Kecamatan Donri-Donri.

MANSUR & USMAN AL-KHAIR/MULIANA AMRI
Share on Google Plus

About Bugis Warta

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.