Rembuk Tani Irigasi Kalamisu Diharap Ada Solusi

SINJAI, Bugiswarta.com---Forum masyarakat pengguna irigasi Kalamisu Sinjai menggelar acara rembuk masyarakat tani yang diadakan di aula kantor Kelurahan Samaenre Kecamatan Sinjai Tengah. Kamis, (16/2/2017).

Dalam kegiatan ini hadir Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Sinjai H. Nikmat B. Situru, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sinjai Hj. Andi Kartini, Kepala Bidang Irigasi Pengolahan Sumber Daya Air Provinsi Sulawesi Selatan Burhanudin, Kadis Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Sinjai Hj. Marwatiah, Kepala Bidang Irigasi Dinas Pekerjaan Umum, dan Penataan Ruang Kabupaten Sinjai, Camat Sinjai Tengah,  beberapa kepala desa, dan masyarakat pengguna irigasi Kalamisu Kabupaten Sinjai.

Jumain selaku Ketua Forum Masyarakat pengguna irigasi kalamisu mengatakan bahwa tujuan pertemuan ini adalah untuk mencari solusi yang saat ini sedang dihadapi oleh para petani yang terkendala oleh tidak berfungsinya irigasi yang menjadi harapan pertanian.

"Banyak persoalan yang terjadi sehingga masyarakat petani tidak bisa mengunakan fasilitas irigasi, misalnya karena tumbang dan tertimbun alirannya karena saling melempar tangan antara masyarakat untuk memperbaiki, sehingga kita mengharapkan pemerintah juga bisa turun tangan untuk menyikapi hal ini, " pukasnya.

Asisten II Pemkab Sinjai Nikmat B. Situru dalam sambutannya sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh forum masyarakat pengguna irigasi kalamisu yang telah berupaya untuk mencari solusi penyelesaian masalah irigasi kalamisu saat ini.

"Kita memang harus mencari solusi agar semua pihak dapat menyelesaikan masalah ini baik antara masyarakat dengan pemerintah setempat, jangan lempar tangan karena ini untuk kita semua, " harapnya.

Lebih lanjut dia berharap semoga pertemuan tersebut melahirkan rekomendasi untuk menentukan langkah-langkah pemerintah, baik itu dari Pemerintah Daerah, maupun dari Pemerintah Provinsi, sesuai dengan kewenangan masing-masing.

Saat ini irigasi Kalamisu Sinjai sering dikeluhkan oleh warga petani, pasalnya irigasi yang melewati Sinjai Tengah dengan Sinjai Timur diharapkan dapat mengaliri 3000 H ini sering menemui kendala seperti tumbang dan ada monopoli air dari warga sehingga aliran tidak sampai kehilir.

Laporan Izhar
Editor.    Usman Al-Khair
Share on Google Plus

About Bugis Warta

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.