Politeknik Totabuan Pertama Kampus Kopertis IX Lakukan Merger 

Ketua BPH Politeknik Totabuan Bolaang Mongondow, Drs.Hi.Jainuddin Damopolii,(kedua dari kanan) foto bersama dengan Koordinator kopertis IX Sulawesi, Prof Dr Andi Niartiningsih, MP (kedua dari kiri) usai pemaparan rencana mendirikan PoliteknikTotabuan Bolaang Mongondow

Makassar, Bugiswarta.com -- Politeknik Totabuan Bolaang Mongondow, merupakan kampus pertama di jajaran Kopertis Wilayah IX Sulawesi dan malah di Kawasan Timur Indonesia,  melakukan merger perguruan tinggi. 

Rencana penggabungan kampus itu dipaparkan oleh Ketua BPH Politeknik Totabuan Bolaang Mangondow, Drs.Hi.Jainuddin Damopolii, didampingi Wakil Direktur I Akademi Keperawatan Totabuan, Eko Susilo S.Kep, Ns, di hadapan Koordinator Kopertis Wilayah IX Sulawesi, Prof Dr.Andi Niartiningsih, MP didampingi, Sekpel Kopertis IX, Dr.Hawignyo, MM dan Kepala Bidang Kelembagaan dan Sistem Informasi Kopertis IX, Drs. Andi Lukman,M.Si, Kamis (9/2/2017).

Dua yayasan pengelola yang sepakat merger adalah Yayasan Bulawan dan Yayasan Pendidikan 23 Maret. Keduanya sepakat memilih nama Yayasan 23 Maret Kotamobagu kemudian membina kampus berubah kelembagaan menjadi politeknik.

Dua yayasan yang merger masing-masing membina perguruan yakni, Yayasan Bulawan kelola Akademi Keperawatan Totabuan Kotamobagu dan Yayasan Pendidikan 23 Maret Kotamobagu kelola Akademi Kebidanan Bunda Kotamobagu.

Saat pemaparan Jainuddin Damapolii menjelaskan tentang rencana membuka tiga prodi baru sebagai syarat untuk mengurus izin pembukaan politeknik. Prodi baru yang diusulkan adalah, D4 Farmasi, D4 Teknologi Industri Pertanian serta D4 Tekhnik Eletro medik.

Wakil Walikota Kotamobagu ini menegaskan, kalau kehadiran tiga prodi baru yang merupakan vokasi, sangat dibutuhkan masyarakat agar mampu mencetak tenaga terampil yang langsung siap pakai, tegasnya.

Koordinator Kopertis IX Sulawesi, Prof Dr Ir. Andi Niartiningsih, MP, memberi apresiasi dengan rencana merger dua kampus. Kalau jadi maka kampus inilah yang memulai dan pertama  menggabungkan kampus sesuai ajakan dari Menristekdikti RI. 

Saat pemaparan Prof Andi Niar, banyak memberi masukan terkait sumber daya dosen yang dimiliki serta areal lahan yang akan menjadi lokasi kampus baru itu. Setelah berkas dinyatakan lolos maka tim verifikasi dari Kopertis Wilayah IX akan turun lapangan melakukan pengecekan di lokasi rencana kampus baru itu, tandas Andi Niar. 

Laporan : Yahya
Editor Usman
Share on Google Plus

About Bugis Warta

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.