Pemdes Soppeng : Ini Manfaat Peta Desa



BUGISWARTA.com, Soppeng,--Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (PM Pemdes) melalui kasi penataan desa bekerja sama antar desa dan pengembangan kekayaan desa. Andi Irwansyah mengatakan bahwa peta desa kedepannya akan dijadikan sebagai acuan percepatan pembangunan di desa, Rabu 22 Februari 2017.

Hal ini disampaikan untuk menanggapi adanya pihak ketiga CV. Geo Nusantara untuk membuat peta desa di Kabupaten Soppeng yang telah melakukan pertemuan dengan kepala desa di kantor gabungan dinas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Soppeng, Selasa 21 Februari 2017 kemarin.

"Peta desa akan dijadikan dasar pembangunan desa, juga bisa dipetakan luas lahan sawah misalnya kebun dan lainnya", kata Andi Irwansyah kepada Bugiswarta.com pada 22 Februari 2017.

Andi Irwansyah mengemukakan bahwa peta desa yang dimiliki oleh desa saat ini kurang detail, dan peta terbarunya dibuat pada tahun 2015 lalu, itu pun bahkan masuk dalam kategori peta buta.
"Peta desa saat ini peta buta, dan dibuat oleh mahasiswa yang melakukan KKLP atau Kuliah Kerja Nyata (KKN)," Andi Irwansyah menuturkan.

Lebih lanjutnya, Andi Irwansyah menjelaskan bahwa saat ini mayoritas warga desa yang ber-KTP lain namun berdomisili di desa tetangga, warga desa Rompegading misalnya yang ada di Tessiabeng masuk kelurahan Jenna'e, Desa Timusu dan lainnya.
"Kalau begitu kejadiannya kan tidak bisa melakukan pembangunan nanti disebut melampaui kewenangan", Andi Irwansyah menegaskan.

Namun Irwansyah mengemukakan lagi dengan redaksi kata sebagai berikut "Desa itu mempunyai otonomi tersendiri jadi dapat dipastikan bahwa dia punya kewenangan apakah ingin dibuatkan peta dengan bentuk potret satelit atau tidak, tidak ada paksaan apalagi banyak desa yang luas wilayahnya tidak sama", Irwansyah menambahkan.

Kemudian dia mengakui bahwa yang banyak menuai pertanyaan dari kepala desa dengan pihak CV. Geo Nusantara adalah harganya yang cukup fantastis.

Sekadar untuk diketahui bahwa anggaran yang ditawarkan untuk pemetaan desa oleh CV. Geo Energi Nusantara yang dimaksud cukup fantastis tersebut adalah dengan besaran sekitar Rp. 19.181.750,- yang terdiri dari pengadaan data awal sebesar Rp. 2.000.000, Akomodasi dan transfortasi ‎Rp. 3.000.000, Forum Grouf Discussion Rp. 2.600.000, Survei Rp. 1.575.000, Pengolahan Data Rp. 9.000.000, Cetak Hasil Rp. 600.000, Pajak Pekerjaan Rp. 2.206.750.‎

USMAN AL-KHAIR/MULIANA AMRI
Share on Google Plus

About Bugis Warta

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.