Bentrok Depan Pengadilan Sinjai, 30 Polisi Anti Huruhara Diturunkan Redam Massa

Massa Yang marah Melempari Petugas Keamanan

SINJAI, Bugiswarta.com---Sebanyak 30 Personel Anti Huruhara Satuan Sabhara Polres Sinjai terpaksa diturunkan untuk menghalau massa yang marah dan beringas akibat tidak bisa menerima keputusan hasil sidang yang digelar Pengadilan Negeri Sinjai.Jumat,(17/2/2017).

Massa yang marah mencoba menerobos barisan barikade Polres Sinjai untuk masuk kedalam kantor namun pihak dalmas mencoba untuk menenangkan Massa yang terlanjur beringas, yang ingin melampiaskan amarahnya kepada terdakwa, atau pelaku kejahatan.

Bentrok tak dapat dihindarkan, massa melempar petugas keamanan dengan mengunakan botol mineral sementara petugas hanya mengunakan helm, tameng dan masker disamping itu pihak keamanan tetap melakukan jalur mediasi dengan kordinator aksi, setelah hampir 2 jam bentrok pun akhirnya mereda setelah tim negoisasi berhasil menemui titik temu.

Ini merupakan simulasi yang diadakan Pengadilan Negeri (PN) Sinjai, Simulasi itu melibatkan satuan Dalmas anti Huruhara, keluarga besar perguruan pencak silat (Pagar Nusa) Sinjai, Masyarakat dan tim negosiasi, dalam rangka meningkatkan Profesional dalam kemampuan mengendalikan kebrutalan massa demonstran yang bertempat di depan Kantor Pengadilan Negeri (PN) Sinjai.

Kanit Sabara Polres Sinjai AIPTU Muh.Faisal yang memimpin lansung simulasi itu memerintahkan anggotanya agar simulasi tersebut dilakukan dengan penuh keseriusan, Sehingga ketika diterapkan dalam situasi nyata tidak lagi canggung.

" Dalam simulasi tersebut, diceritakan ada sekelompok massa melakukan unjuk rasa lantaran tidak menerima hasil pada awalnya pengunjuk rasa menyampaikan orasi dengan tenang, namun lama-lama mulai memanas, Tim negosiasi tidak berhasil menenangkan massa yang mulai beringas sehingga terjadi dorong-dorongan dengan pasukan Dalmas anti huruhara." Katanya.

Wakil Ketua Pengadilan Negeri Sinjai Abdullah Mahrus, SH,MH. Mengatakan inisiatif Pengadilan Negeri (PN) Sinjai sehingga menyurati ke Pihak kepolisian untuk melaksanakan simulasi anti huruhara karena untuk meningkatkan keamanan kita dalam menghadapi segala apapun, apalagi ketika melakukan persidangan. Kemudian meningkatkan propesional dalam mengendalikan kemungkinan terburuk.

" Teringat kejadian yang terjadi di daerah lain, itu yang kita tidak inginkan terjadi hal seperti itu, sehingga kita persiapan keamanan sebelumnya, itulah yang dilakukan saat ini memberikan bekal kepada pihak keamanan supaya jeli melihat kemungkinan terburuk sebelum terjadi ", Kuncinya.

Laporan : Izhar
Editor.    : Usman Al-Khair
Share on Google Plus

About Bugis Warta

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.