Anggota DPD-RI Ingin Pulang Mengabdi di Kampungnya

BUGISWARTA.com, Jakarta,--Muhammad Idris S, adalah sosok yang sederhana dan bersahaja, keberadaannya di Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) telah memberi nuansa baru di ruang DPD RI. "Beliau orang Sulawesi Selatan, namun terpilih suara kedua terbanyak di Kaltim dan Kaltara,  Pak Haji membidangi otonomi daerah antara lain hubungan pusat dan daerah," kata Ajip Padindang, rekan Idris di DPD RI.

Muhammad Idris menjelaskan jika dia memandang kedudukannya di DPD RI dilihatnya sebagai amanah dan pada saatnya akan dipertanggung jawabkan kepada publik dan Tuhan. Baginya anggota DPD-RI bukan posisi untuk gaya-gayaan, apalagi mengambil keuntungan pribadi maupun kelompok. Karena menurutnya keberadaannya di DPD RI hanya diniatkan untuk memberikan kontribusi kepada daerah yang diwakilinya melalui anggaran dibidang lingkup komite satu DPD RI, dan hal yang terpenting amanah yang dipikulkan dipundaknya untuk menegakkan amar maruf nahi mungkar.

"Kedudukan selaku senator adalah amanah, bukan kepentingan individual maupun organisasi, keberadaan saya di DDP RI guna berkontribusi  penganggaran dibidang Komite Satu DPD RI, antara lainnya otonomi daerah, hubungan pusat dan daerah, pembentukan atau pemekaran serta penggabungan daerah, politik, HAM, Hukum, pertanahan dan ketertiban umum serta permasalahatan daerah diwilayah perbatasan, intinya menegakkan amar maru mungkar untuk masyarakat, " katanya kepada BUGISWARTA.com saat ditemui di Bandara Sukarno-Hatta, Jakarta.

Politisi kelahiran Kabupaten Pangkep Sulawesi Selatan, 12, 7, 1954 ini pernah menjabat sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia Kotamadya Balikpapan, namun setelah melenggang ke Senayan, MUI Kalimantan Timur mengangkat Muhammad Idris Selaku Ketua Pertimbangan MUI Provinsi alasannya agar Muhammad Idris masih memberikan sumbangsih pemikiran-pemikiran positive kepada MUI Kaltim.

"Mungkin ini salah satu kecintaan para ulama dan masyarakat Kaltim terhadap saya, sehingga saya diberi jabatan sebagai ketua pertimbangan MUI provinsi Kaltim," ujarnya.

Mengenai kerinduan dan keinginan terhadap kampung halamanya di Pangkep, alumni Universitas Muslim Indonesia ini menuturkan niatnya untuk kembali mengabdi di tanah kelahirannya. "Niat sudah pasti ada membangun dan memimpin di tanah kelahiran, tapi kita menaunggu waktu yang tepat", Idris menuturkan.

IRMAN BAGOSENG


Share on Google Plus

About Bugis Warta

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.