Sapma Sidrap : Neo PKI lebih berbahaya dari G30S

SIDRAP, Bugiswarta.com -- Akhir akhir ini Bangsa kita disuguhi dengan tayangan dan berita tentang kebangkitan Komunisme di Indonesia. Satuan Siswa, Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (SAPMA PP) Kabupaten Sidenreng Rappang melalui Ketuanya, Afiev Rachman menyampaikan mengenai bahaya Partai Komunis Indonesia (PKI). 

Pihaknya telah mengkajI bukti bahwa komunis telah muncul dengan membahayakan NKRI. Ia mencurigai pihak yang mengatakan komunis sudah tidak ada, sebenarnya adalah komunis.

"Kita sering sekali kita dengar, bahaya laten Komunis, Ganyang Neo PKI, tapi ditertawakan. Nggak ada itu bahaya laten, bahaya laten Komunis. Komunis sudah nggak ada lagi, untuk apa disebut-sebut. Ternyata sekarang muncul," kata Afiev  di Monumen Ganggawa, Pangkajene Sidrap.

"Kami sebagai mantel organisasi Pemuda Pancasila sebagai peng-amal dan peng-aman Pancasila tidak menginginkan adanya konflik horizontal ataupun vertikal antara putra bangsa apalagi ada pertumpahan darah. Tapi kalau cara-cara yang sebelumnya, beredarnya kaos  berlogo palu arit, meledaknya buruh China yang masuk, narkoba import dari China, hasut sana hasut sini, bnyaknya anak PKI yang duduk di parlemen. Kalau ini terus dilakukan pembiaran, bisa lebih bahaya dari Tragedi 65. Ingat pengkhianatan G 30 S/PKI, kisah kelam Republik kita, Komunisme merupakan bahaya laten yang harus kita waspadai kebangkitannya, tetap waspada dan mawas diri," lanjut Afiev.‎

Laporan Usman
Share on Google Plus

About Bugis Warta

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.