Petani di Kebo Butuh Puluhan Pompa Air.

SOPPENG, Bugiswarta.com - Pompa air merupakan satu-satunya harapan warga Desa Kebo, Kecamatan Lilirilau, Agar padi mereka tetap hidup meski untuk itu harus mengeluarkan biaya hingga ratusan ribu rupiah. Pasalnya, daerah tersebut sangat kekurangan air untuk mengairi sawah mereka.

Demi mengantisipasi kekeringan yang selalu terjadi di wilayah itu, kepala desa Kebo A Sultan menfasilitasi warga dengan 10 pompa air untuk mengairi daearah persawahan sekitar 700 hektar lebih.

A Sultan mengatakan, mayoritas warga Kebo adalah petani, sehingga jika kekeringan melanda wilayah mereka otomatis tanaman padi mengalami gagal panen. Untuk menyambung hidup mereka kata A Sultan, semua warga keluar mencari pekerjaan lain. 

"Dulu masyarakat pertani disini hanya mengandalkan air hujan saja, dikarenakan irigasi juga tak menyukupi untuk menyuplai air keseluruh wilayah, kekeringan sering terjadi pada bulan juni sampai November,'kata Sultan,Selasa (31/1/2016).

Untuk memaksimalkan air dan mengairi secara keseluruhan sawah yang ada di Kebo, mereka masih membutuhkan sekitar 10 pompa air.

"Sebelum ada pompanisasi,warga hanya panen 1 kali setahun itupun sering gagal panen, setelah menggunakan pompa bisa panen 2 kali dalam setahun.,"terangnya.

Ia berharap kepada pemerintah setempat agar kiranya memberi perhatian, demi memaksimalkan penyuplaian air yang ada diwilayah kebo.

"Kami berharap ada perhatian pemerintah, terkhusus pembangunan irigasi yang memadai agar nanti bisa mengairi sawah yang ada di desa Kebo ini,"tutupnya.

Laporan Usman
Share on Google Plus

About Bugis Warta

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.